{"id":11,"date":"2026-04-24T02:20:32","date_gmt":"2026-04-24T02:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/?p=11"},"modified":"2026-04-26T18:20:39","modified_gmt":"2026-04-26T18:20:39","slug":"19-tahun-aksi-kamisan-desak-tuntaskan-pelanggaran-ham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/2026\/04\/24\/19-tahun-aksi-kamisan-desak-tuntaskan-pelanggaran-ham\/","title":{"rendered":"19 Tahun Aksi Kamisan, Desak Tuntaskan Pelanggaran HAM"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-cover is-light\"><span aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-cover__background has-background-background-color has-background-dim-100 has-background-dim\"><\/span><div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-constrained wp-block-cover-is-layout-constrained\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aksi-kamisan-ke-19-tahun-1m0fl-dom-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-14\" srcset=\"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aksi-kamisan-ke-19-tahun-1m0fl-dom-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aksi-kamisan-ke-19-tahun-1m0fl-dom-300x200.jpg 300w, https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aksi-kamisan-ke-19-tahun-1m0fl-dom-768x511.jpg 768w, https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aksi-kamisan-ke-19-tahun-1m0fl-dom-600x400.jpg 600w, https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aksi-kamisan-ke-19-tahun-1m0fl-dom.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Sumber: antarafoto.com<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah aktivis, organisasi, musisi hingga masyarakat sipil, turut meramaikan peringatan 19 tahun Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (15\/1). Pada peringatan ke-19 tahun ini, Aksi Kamisan mengangkat tema \u2018Bergerak, Bersolidaritas, Merebut Kedaulatan Rakyat\u2019 sebagai bentuk memperjuangkan keadilan di tengah dugaan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap para tahanan politik.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun sejumlah tuntutan utama yang disampaikan antara lain penuntasan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu, pembebasan para tahanan politik serta menolak Soeharto sebagai pahlawan nasional. Selain itu, bertepatan dengan momentum 19 tahun Aksi Kamisan, dilaksanakan juga beberapa persidangan tahanan politik yang tersebar di sejumlah daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, mengajak masyarakat untuk terus melawan impunitas yang dilakukan oleh penegak hukum dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM. Ia juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita berkumpul di sini untuk memperingati perjuangan panjang melawan impunitas. Melawan ketidakadilan, melawan kekerasan. Impunitas adalah kata yang berarti ketidakmungkinan baik secara&nbsp;<em>de jure<\/em>&nbsp;maupun secara&nbsp;<em>de facto<\/em>&nbsp;untuk meminta pertanggungjawaban pelaku HAM. Ini adalah situasi yang kita hadapi hari ini, di mana kekerasan masa lalu terus berlanjut dinormalkan dan para pelaku tidak pernah dimintai pertanggung jawaban,\u201d tegas Usman saat orasi di depan Istana Merdeka, Kamis (15\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, ia mengatakan impunitas tidak hanya terjadi di dalam dunia politik, melainkan juga terjadi dalam bentuk praktik-praktik sosial, budaya, kesenian bahkan musik. Tidak hanya itu, ia menilai masih sering terjadi kekerasan dan diskriminasi dalam masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenyangkalan kekerasan masa lalu, penulisan ulang sejarah yang memanipulasi fakta-fakta kebenaran, dan penyematan status pahlawan nasional adalah penghinaan kepada para korban dan keluarga korban pelanggaran berat HAM. Kita telah melihat bagaimana kekerasan dan diskriminasi masih terus terjadi di masyarakat,\u201d lanjut Usman.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari perspektif lainnya, kreator konten sekaligus aktivis, Virdian Aurellio, menyoroti pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru yang dinilai kontroversial. Menurutnya, hal ini memang sudah diprediksi akan terjadi dari beberapa tahun lalu. Selain itu, ia mengatakan disahkannya KUHP dan KUHAP baru akan membatasi hak kebebasan berekspresi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cItu sudah kita tolak dari tahun 2019 KUHAP dan KUHP ini, isunya masih sama sampai sekarang. Jadi ini isu yang sudah tahun demi tahun kita takutkan dan akhirnya terjadi tahun dimana undang-undang tersebut diberlaku. Kalau banyak orang menyarankan harus hati-hati berbicara, saya sebaliknya. saya menyarankan kekuasaan harus hati-hati. Karena kalau misalnya semakin membuat rakyat marah, bergejolak, dan hati-hati saja,\u201d ujar Virdian saat ditemui langsung di depan Istana Merdeka, Kamis (15\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, salah satu vokalis musisi, Baskara Putra turut menyampaikan keresahannya terhadap kasus pelanggaran HAM masa lalu yang belum dituntaskan sampai saat ini. Ia juga menekankan kepada pemerintah untuk segera memberi respon terhadap setiap tuntutan pada Aksi Kamisan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi, nomor satu itu direspon dulu karena kita bisa lihat setiap Kamisan atau kita datang ke Kamisan, lebih banyak yang gak direspon dibandingkan yang direspon. Walaupun ini kesannya&nbsp;<em>bare minimum<\/em>&nbsp;banget ya, cuman respons saja dulu,\u201d ujar Baskara saat ditemui langsung di depan Istana Merdeka, Kamis (15\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswa hukum, Azka mengatakan, sudah semestinya pemerintah segera mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM dari masa lalu sampai sekarang. Ia menilai belum ada upaya sama sekali yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan setiap kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNilainya nol menurut saya karena buat apa dibentuknya Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) gitu. Secara kasus HAM yang mulai di negara kita aja khususnya yang lama-lama ya. Enggak benar-benar diusut. Waktu 2019 atau 2014 itu Presiden Jokowi pernah kampanye atau pernah berbicara perihal akan mengusut pelanggaran HAM di tahun 1998. Setelahnya pun peristiwa Kanjuruhan, terus pelindasan kemarin oleh Brimob, massa aksi atau ojek online itu gak benar-benar diusut oleh negara,\u201d ujar Azka saat diwawancarai langsung di depan Istana Merdeka, Kamis (15\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penutup, ia berharap kepada para penegak hukum agar segera diusut setiap pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu maupun baru-baru ini. Selain itu, ia juga berharap kasus pelanggaran HAM tidak terulang secara terus menerus di masa yang akan datang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKedepannya mungkin Indonesia sendiri itu bisa membekali pengetahuan lah kepada aparat hukum dan penegak hukum, terlebih polisi ya. Untuk gimana nanti tidak merepresi massa aksi gitu segala macam. Untuk tidak kejadian lagi pelanggaran HAM kira-kira gitu,\u201d tutup Azka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: antarafoto.com Sejumlah aktivis, organisasi, musisi hingga masyarakat sipil, turut meramaikan peringatan 19 tahun Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (15\/1). Pada peringatan ke-19 tahun ini, Aksi&#8230; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4],"class_list":["post-11","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-aksikamisan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20,"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11\/revisions\/20"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iqbal.jurnal6a.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}